Kamis, 06 Agustus 2015

2015 #66: The Kill Order, Asal Mula The Maze Runner


Judul asli: The Kill Order
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Yunita Candra
Penyunting: Ade Kumalasari
Pemeriksa aksara: Septi Ws, Intan
Penata aksara: Martin Buczer
ISBN: 9789794338926
Halaman: 426
Cetakan: Pertama-Juli 2015
Penerbit: Mizan Fantasi
Harga:  Rp 69.000


Virus VC321xb47
Sangat Menular
24 Anak Panah, hati-hati 

Betapa terkejutnya Mark saat menemukan tulisan itu tertera pada tumpukan kardus yang berada di dalam Bergs yang menyerang pemukimannya. Kelak terbukti tulisan itu tidak hanya menakutkan untuk dibaca, tapi efeknya sungguh luar biasa menyeramkan.


Kisah yang ditawarkan dalam buku ini adalah tentang kondisi di bumi setelah terjadi ledakan matahari. Ledakan tersebut, tentunya membuat kehidupan di bumi mengalami banyak perubahan. Kemudian WICKED dibentuk, selanjutnya Glade dibangun.

Setelah ledakan sinar matahari, masalah terbesar dan paling mendesak adalah kemungkinan besar terjdinya tsunami. Semburan cahaya matahri itu pasti telah menghancurkan dan memicu kerusakan besar di seluruh dunia serta  melepaskan panas seperti neraka. Maka sudah bisa dipastikan es di kutub utara akan mencair dengan cepat, beberapa kota bahkan negara terancam berada di bawah air. Segala upaya untuk bertahan hidup harus segera dilakukan jika ingin selamat. Dalam kisah ini, kadang dilakukan dengan cara yang tidak masuk akal, bahkan cenderung kejam.

Prolog kisah ini menceritakan bagaimana proses Thomas berada dalam kotak. Kotak yang kelak membuka dan membuat Thomas berada di dunia yang berbeda. Awal kisah Maze Runner. Jelas membuat saya merenung, memanggil memori tentang kisah yang ada dalam buku itu. Seorang bocah laki-laki harus berusaha untuk bisa bertahan hidup, jika tidak ingin mati. Pilihannya jelas hanya dua, lemah dan mati atau kuat dan bertahan. Semua tahu dengan pasti bagaimana sikap Thomas. Menyentuh. 

Selanjutnya, kita ditarik mundur ke belakang, saat Thomas belum berada dalam kotak. Sepanjang 67 bab kita akan diajak mengikuti kisah mereka yang selamat berjuang untuk hidup. Semula Mark, Trina,  Alec, Lana dan beberapa orang yang lolos dari bahaya ledakan hidup damai di North Carolina. Sekitar tiga belas tahun sebelum kisah Maze Runner.

Penulis mampu menggambarkan kedamaian suasana di sana dengan indah. Hingga suatu hati, sebuah Bergs datang dan menghujani mereka dengan anak panah. Seluruh hunian menjadi porak-poranda, hancur berantakan. Belum lagi beberapa orang yang menjadi korban.

Alec dan Mark berhasil menyusup ke dalam Bergs dan membuat jatuh sebelum menimbulkan kekacauan lebih parah lagi. Di sanalah Mark untuk pertama kali melihat  tumpukan kardus dengan tulisan menakutkan itu. Virus itu mematikan pikiran, koma seketika. Membuat tubuh benjadi tidak berguna. Efek yang dihasilkan pada tiap orang tidak sama, tergantung ketahanan tubuh. 

"Seorang wanita memakan kucing. Seorang pria menguyah permadani di sudut ruang tamunya. Dua anak salong melempar batu sekiau tenaga, berlumuran darah dan memar-menar seluruh tubuh." 

Seiring waktu, virus tersebut bermutasi dan sudah menyebar melalui darah dan udara. Mereka yang terinfeksi semakin banyak. Seakan belum cukup perjuangan mereka untuk bisa bertahan, sekarang mereka harus berhadapan dengan musuh baru,  mereka yang terinfeksi virus.

Tunggu!
Jangan mengira musuh mereka hanyalah orang yang terinfeksi saja. Karena ternyata mereka juga harus berhadapan dengan para pembuat virus itu, manusia yang juga selamat dari bencana namun ingin mengurangi jumlah populasi yang hidup dengan alasan keterbatasan sumber daya.

Ternyata penulis bukan saja mampu menggambarkan suasana damai hingga pembaca seolah-olah ikut merasakan kedamaian, tapi juga suasana menyeramkan sehingga membuat pembaca merasakan aura kengerian. "Tubuh-tubuh bergelimpangan di lantai, telanjang dan terbakar. Jeritan dan tangisan kesakitan mengiris pendengarannya dan bergaung di dinging. Orang-orang sempoyongan di segala arah, lengan-lengan terjulur, pakaian mereka terbakar, dan wajah mereka setengah meleleh seperti lilin. darah di mana-mana. Dan, udara panas berembus kencang di udara, seolah mereka berada di dalam oven."

Pada tiap awal bab, selain diberi nomer bab di bagian pojok kiri, terdapat juga ilustrasi dua orang yang sedang berlari dengan warna nuansa hitam. Jika dilihat dari samping, maka akan terlihat seperempat bagian kertas yang berwarna hitam. Cukup unik memang.

Sementara epilog di akhir kisah, bisa dikatakan sangat terkait dengan prolog. Setingnya adalah dua tahun setelah Mark dan kawan-kawannya mengalami kehebohan virus tersebut.

Sepengetahuan saya, prolog bisa diasumsikan sebagai pembuka kisah.  Sementara epilog merupakan penutup yang berisi intisari kisah.  Saya agak bingung mengenai isi prolog dan epilog dalam buku ini. 


Buku ini juga memuat bagian yang membuat para pembaca, penyuka, penimbun serta gila buku bisa merasa bahagia. "Dia menemukan gadis itu di sungai, salah satu tempat tenang untuknya membaca buku yang berhasil mereka selamatkan dari perpustakaan tua yang mereka lewati dalam perjalanan. Gadis itu sangat suka membaca buku, dan ia sedang mengganti waktu berbulan-bulan yang mereka habiskan berlari menyelamatkan diri, saat buku sangat jarang ditemukan. Buku-buku digital sudah lama lenyap, sepanjang pengetahuan Mark-musnah ketika semua komputer dan server terbakar. Trina membaca buku jenis lama berbahan kertas." Beberapa buku berhasil diselamatkan dalam peristiwa itu. Buku cetak ternyata mampu bertahan dari bencana. 

Menarik memang, tapi saya gagal paham keterkaitan kisah ini denga The Maze Runner. Kecuali Maze Runner tercipta akibat virus yang terjadi pada kisah ini. Lalu bagaimana nasib beberapa tokoh yang berhasil selamat? Serba misterius.

Oh ya, buku ini bisa dibaca oleh siapa saja tanpa perlu membaca serial The Maze Runner terlebih dahulu. 


Sumber gambar:
https://www.goodreads.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar