Jumat, 20 November 2015

2015 #91 : Petualangan Cole di Perbatasan

Judul asli: Five Kingdoms: Sky Raiders
Penulis: Brandon Mull
Penerjemah: Reinitha Lasmana
Penyunting: Dyah Agustine
Proofreader: Enfira
ISBN: 9789794338971
Halaman:481
Cetakan: Pertama- September 2015 Penerbit: Mizan Fantasi
Harga: Rp 65.000

Mereka yang seharusnya teramat mengingatmu akan melupakan segalanya tentang dirimu. Mereka tidak tahu lagi bahwa kau ada.

Merasa sudah cukup "besar"  Cole mengajak teman-temannya melakukan hal yang berbeda pada Halloween tahun ini. Mereka tidak lagi mengetuk pintu rumah orang untuk sekedar mendapatkan perman atau coklat, mereka ingin mencoba sensasi takut yang berbeda. Kabarnya, rumah angker di Wilson Street menawarkan kengeriaan yang berbeda.  Ke sanalah mereka menuju.     

Dan super kengerian  yang mereka peroleh. Ternyata anak-anak yang berada di sana diculik dan akan dibawa ke perbatasan, dunia antara. Begitu mereka tiba, maka diperdagangkan bagi siapa saja yang tertarik. 

Cole juga ada di sana. Tapi bukan sebagai budak yang akan dijual, ia tiba secara sukarela untuk membebaskan teman-temannya.Termasuk Dalton sahabat karib serta Jenna gadis yang sering mengusik hatinya. Saat yang lain dimasukan dalam kerangkeng ia bersembunyi hingga bisa mengikuti rombongan tersebut secara diam-diam. 

Nasib baik ternyata tak berpihak padanya. Alih-alih membebaskan teman-temannya, Cole justru tertangkap dan ikut menjadi budak.  Nasib juga yang membawanya menjadi budak Adam Jones, pemilik Pusat Barang Bekas Tepi Tebing serta ketua Perompak Langit. Tugasnya adalah membantu menjarah istana-istana dalam sebuah operasi penyelamatan. Sementara teman-temannya kemungkinan besar di bawa ke raja.

Cole ternyata terlibat dalam urusan  politik tingkat tinggi yang sedang berlangsung di Perbatasan. bersama dengan Mira, Jace serta Twitch  Ada lima negara di Perbatasan. Sambria, Necronum, Elloweeer, Zeropolis, serta Creon. Lalu ada Junction-Persimpangan yang merupakan ibu kota perbatasan, letaknya kurang lebih di tengah-tengah lima negara. Semula setiap negara dipimpin oleh seorang Pemindai Besar. Kelima pemindai dan seorang Pemindai Agung, yang pangkatnya lebih tinggi membentuk Dewan Pemerintahan.

Belakangan sang Pemindai Agung memutuskan untuk memerintah sendiri. Pemindai Besar Negeri Zeropolis menjadi bonekanya, sisanya bersembunyi. Untuk itu melakukan banyak cara keji yang tak akan pernah pembaca bayangkan sebelumnya.

Pemindai adalah kemampuan menyusun ulang benda-benda dan mengisinya dengan sifat-sifat baru. Daya pemindai mewujud dengan cara yang berbeda bagi setiap sosok yang memilih untuk datang ke Perbatasan. Karena Cola masuk dengan sengaja dengan tujuan   untuk menolong teman-temannya, besar kemungkinan ia mengembangkan lebih dari satu jenis bakat memindai, biasanya bakat tersebut cenderung luar biasa kuat. Hanya saja kemampuan tersebut akan lama timbulnya.

Selanjutnya kita bersama-sama akan mengikuti petualangan keempat remaja tersebut. Masing-masing dari mereka menyimpan rahasia pribadi, juga tujuan yang ingin dicapai. Tapi sementara mereka harus berjalan bersama dengan mengesampingkan ego agar bisa bertahan hidup.

Setting kisah dalam buku ini agak berbeda dibandingkan dengan buku  om Mull lainnya. Di sana bulan dan bintang tidak menunjukkan pola. Rata-rata dalam setahun ada tiga ratus lima puluh hari, tapi musimnya tidak teratur. Musim panas bisa saja berlangsung selama seratus hari, musim gugur dua belas hari, musim dingin empat puluh hari, musim semi dua ratis hari, lalu musim panas lagi selama dua puluh hari. Begitu terus tanpa adanya pola yang pasti. Jam dihitung untuk mengukur berapa lama sejak matahari terbit dan sesudah terbenam. Kadang bisa terdiri dari dua belas jam siang dan dua belas jam malam. Sungguh waktu yang tak teratur.

Sejak pertama kali mengenal tulisan om Mull ini, saya sudah jatuh cinta. Irama berceritanya pas dengan selera saya. Pendahuluan yang merupakan gerbang menikmati kisah dibuat sederhana, tapi berbobot dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tidak ada kesan bertele-tele, semuanya pas porsinya.

Pertama kali membaca kata Five Kindom, saya langsung teringat buku remaja yang juga mengusung tema Five Kingdom, 5 kerajaan. Semula saya mengira ada hubungannya antara kisah om Mull dengan yang dibuat oleh Vivian French, minimal lokasi kejadian. Tapi sepertinya berbeda jauh, Vivian mengisahkan tentang pangeran, putri, dan penyihir agung. Sementara Om Mull mengisahkan tentang Perbatasan, Pemindai, dan Istana Langit.

Ide tentang mata uang yang berlaku di lima negara sungguh patut diacungi jempol. Siapa yang bisa membayangkan membawa uang yang bisa menempel di badan plus dijadikan asesoris selain om Mull.  Ringarole tidak saja membuat Cole terheran-heran tapi juga membuat saya tertawa. Ide yang hebat!

Satu kata yang agak mengganggu mata saya, beloon. Semula kata itu beberapa kali muncul di bagian awal kisah. Belakangan sudah tidak ada. Entah kenapa justru di bagian belakang muncul lagi. Jika tidak salah menafsirkan makna, beloon serupa dengan bodoh, tolol dan dungu tapi dalam tingkatan lebih halus. Apakah tidak bisa diganti dengan kata lain?

Adegan di halaman 355 mengingatkan saya pada adegan di film HP. Alih-alih terhisap dalam pasir isap ketiga jagoan kita malah muncul di sebuah ruangan. Demikian juga Cole dan teman-temannya. Mereka muncul di sebuah koridor yang aman untuk bersembunyi dari kejaran makhluk ganas.

Untuk urusan kover, sebenarnya saya lebih menyukai versi dengan  nuansa biru, mau gimana lagi he he he. Selain itu, gambar hewan buas yang seakan sedang menyerang Cole lebih terlihat sehingga lebih menimbulkan kesan seru.  Menunjukan bahwa Cole sedang berada dalam pertempuran seru satu lawan satu dengan hewan buas.

Kesulitan dari mereview buku-buku  dari om Mull adalah karena terlalu asyik membaca saya jadi sering larut sehingga lupa untuk memberikan tanda bagimana mana yang layak dijadikan bahan review. Malah, sering terjadi sudah setengah buku saya baca belum ada satu pun "panahan" yang terpasang. Kalau sudah begitu cara yang saya tempuh adalah dengan membaca ulang dengan cara super cepat alias membaca sekilas sambil berusaha mengingat-ingat bagian mana yang layak disajikan dalam review.

Kira-kira kapan ya The Rogue Knight tebit, saya penasaran sekali. Apakah Cole sudah bisa mengendalikan pedang..... eh jadi spoiler nanti. Ditunggu saja yaaa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar