Senin, 23 November 2015

2015 # 93-94: Kisah Iori dan Neil



Saat pergi dalam rangka  menghadiri Technical Meeting untuk IRF 2015, pastilah butuh teman perjalanan. Maka mulai melirik dua buku yang tertimbun sejak dahulu. Kenapa dua? Karena tipis dan lebih mudah dibaca jika di angkutan umum he he he. 


Judul: Iori Terperangkat di Dunia Mimpi
Penulis: Lian Kagura
Editor: Birulaut
Ilustrasi: Widhi Saputro
Layout naskah: Ricky Andy Yoga
ISBN: 9793651784/ 9789793651781
Halaman: 267
Cetakan: Pertama-Desember 2007
Penerbit: PT Lingkar Pena Kreativa

Masih ingat film horor ala Suzanna?
ingat ada adegan kocok antara Suzanna yang sudah menjadi hantu dengan Bokir? Biasanya penonton, bahkan anak-anak akan tertawa lepas menonton adegan tersebut.

Begitulah rasa saya saat selesai membaca buku ini, seakan menonton film horor ala Suzanna dalam wujud yang berbeda.  Kengerian malah menjadi hal konyol.

Tokohnya dibuat serba tanggung. Karakter tidak dibuat secara kuat. Bahkan ada yang seakan menjadi karakter pelengkap saja.

Urusan pesan moral pastilah ada dalam buku jenis seperti ini, banyak malah. Misalnya agar mau menerima kematian yang sudah terjadi tanpa berupaya mengubahnya, karena memang begitulah takdir yang harus dijalani.  Mencoba mengubah sesuatu yang sudah terjadi adalah hal konyol dan bodoh.

Yang membuat saya penasaran justru urusan kover. Justru kover ini yang membuat saya tergoda untuk membeli buku obralan ini. Ternyata saat membaca, sangat kecil hubungan antara ilustrasi yang ada dalam kover dengan isi cerita.

Judul: Tip of Bones
Penulis: Jacob Julian
Editor: Nonov
Desainer Cover: Ann_Retiree
Layouter: Fitri Raharjo
Pracetak: Endang
ISBN: 9786022555797
Halaman: 230
Cetakan: Pertama-Oktober 2014
Penerbit: de TEENS

Well…,
Nganu….,
Maksudnya…,

Ok, singkat kata begini. Saya gagal paham dengan kisah dalam, buku ini. Intronya dibuka dengan sepasang kekasih yang pulang berkencan mendadak melihat sebuah rumah yang terbakar, dari dalam rumah keluar aneka  makhluk rupawan  dengan berbagai bentuk yang tak biasa.

Kemudian sang wanita diculik oleh sesuatu yang tak jelas terlihat. Selanjutnya sang pria bertemu dengan Seaman penjaga dunia atas dan Syamalan penjaga dasar bumi yang sedang sibuk berkelahi dalam wujud aslinya.

Dan aneka kehebohan berlangsung yang membuat saya bingung ini mau bagaimana kisahnya. Plus akhir yang dibuat ala Hollywood makin membuat saya gagal paham. Kecuali satu hal, tokohnya bernama Neil dan sangat suka menggunakan Jumper.

 Iseng saya mulai berkunjung ke Goodreads Indonesia dan menemukan buku ini berada bersama buku-buku lainnya. Saya jadi tertarik untuk membaca komen pembaca lainnya. Ternyata sangat minim.

Tapi saya menemukan alasan kenapa saya gagal menikmati kisah dalam buku ini, sang penulis membuat review dan mencantumkan kalimat, "Kisah ini termasuk absurd karena saya meletakkan beberapa legenda/mitos pop-culture yang terbilang susah dimengerti." Jadi saya tidak perlu malu karena tidak mengerti kalau begitu.

Satu hal yang menarik perhatian saya justru pada kata Jumper yang bolak-balik disebut dalam kisah ini.   Jika Jumper yang dimaksud dalam kisah ini mirip dengan Jumper yang dipakai anak bayi, makan makin gagal pahamlah saya akan kisah ini. Meski memang tak ada larangan untuk berbusana tertentu.

Dan saya menyumpahi Dion Yulianto yang mengirim buku ini. Maksudnya gimana? Biar keder makeder bersama gitu? *tebar garam setas gede*

1 komentar:

  1. Dan saya menyumpahi Dion Yulianto yang mengirim buku ini. Maksudnya gimana? Biar keder makeder bersama gitu? *tebar garam setas gede* -->>*ngakak*

    BalasHapus