Senin, 17 April 2017

2017 #24: Kisah Tentang Aleeta, Yuto dan...

Penulis: Alexia Chen
Penyunting: Eka Saputra
ISBN: 9786026799227
Cetakan: Pertama-2017
Halaman: 499
Penerbit: Javanica
Harga:Rp 99.000
Rating: 4.25/5

Tujuh keturunan terkutuk menandai tujuh pasangan jiwa
Sengsara dan penderitaan membayangi sang terkutuk
Api Kembar akan berkobar pada kutukan terakhir
Membakar dan menghanguskan kegelapan
Api Kembar bersama penyuci akan membawa harapan
Pengorbanan besar mendatangkan terang dan kebebasan

Tiada yang salah dengan rasa cinta itu. Kesalahan, jika hendak dianggap suatu kesalahan, adalah siapa pelaku kisah cinta itu. Demikian juga kisah cinta antara Aleeta Jones dan Nakano Yuto.

Kisah dalam buku ini merupakan kelanjutan kisah cinta terlarang beda dunia antara Aleeta dan Yuto. Keduanya berada pada alam yang berbeda. Tidak ada yang bilang mudah, tapi begitulah cinta. Rumit, membingungkan, menyakitkan sekaligus membahagiakan dengan cara unik. Review kisah sebelumnya bisa dibaca di sini.

Membuka lembaran kehidupan baru bagi seseorang yang baru kehilangan belahan jiwanya jelas bukan hal yang mudah,  tak semudah celoteh mereka yang tak pernah mengalami. Tapi pastinya bisa jika ingin. Demikian juga dengan Aleeta. Semula ia merasa segalanya akan baik-baik saja, kembali seperti sebelum ia mengenal Yuto. Ternyata tidak. Hidupnya tetap kacau balau sejak terakhir ia melepas Yuto untuk menuju ke alam keabadian.

Semula ia merasa sudah terlepas dari kisah cinta terlarangnya dengan Yuto. Baginya hanya ilusi semata jika ia seakan merasakan sensasi aura hantu Yuto. Demikian juga jika ia merasa mencium aroma Yuto saat bernafas. Puncaknya saat ia melihat Hiro yang teramat sangat menyerupai Yuto. 

Hiro menawarkan kisah cinta yang lain. Sejak awal melihat Aleeta pertama kali ia sudah jatuh cinta. Hiro hanya harus membuktikan bahwa memang ia berhasil menaklukan hati Aleeta karena kepribadiannya, bukan kemiripan wajahnya dengan Yuto. Bukan hal mudah tentunya.

Ternyata urusan kisah cinta terlarang Aleeta dan Yuto tidak berhenti begitu saja. Kali ini malah melibatkan kutukan leluhur yang sudah mencapai generasi ketujuh.  Untuk bisa mengatasi kutukan tersebut Aleeta harus menuju ke tanah leluhur tempat kutukan itu bermula.

Di sana Aleeta tidak saja bertemu dengan keluarga yang selama ini tak mereka kenal tapi juga berurusan dengan rumah warisan leluhur yang dianggap paling penakutkan. Tidak hanya itu, mereka harus berhadapan dengan arwah kejam yang memburu hingga Jakarta. Dan, musuh dalam selimut yang nyaris membuat nyawa keduanya melayang.

Awalnya kisah ini terlalu lambat dan bertele-tele bagi saya. Namun begitu memasuki halaman 200-an keseruan kisah makin terasa. Sepertinya penulis ingin membuat pembaca paham akan carut-marutnya kehidupan Aleeta serta  efek domino yang ditimbulkan karena leluhur mereka mengadakan perjanjian terlarang.

Dalam kisah ini, tidak hanya Aleeta yang harus berurusan dengan jiwa yang tak tenang, namun adiknya juga, Chlea Jones. Sosok yang selama ini terlihat memiliki kepribadian bertolak belakang dengan Aleeta ternyata juga memiliki kemampuan khusus. Bisa dikatakan ia juga memegang peran yang lumayan besar dalam kisah ini. Tingkahnya yang seenak udel justru beberapa kali menyelamatkan mereka berdua. Kadang, ia bisa paham sosok orang lain dengan baik namun tidak bisa memahami orang yang keberadaannya dekat dengan kita.
Alexia Chen

Selain Yuto, ada beberapa sosok makhluk lainnya yang juga muncul meramaikan kisah ini. Ada yang berusaha meminta pertolongan Aleeta, serta ada yang bersikap jahat hingga membahayakan diri Jones bersaudara. Seru.

Adegan Hiro kerasukan dan Aleeta berusaha mengetahui siapa yang merasukinya membuat saya teringat pada salah satu bagian kisah seri Twilight. Salah satu bagian mengisahkan Bella yang melakukan berbagai kegiatan berbahaya untung memancing kemunculan  Edward. Begitulah sebuah kisah, kadang timbul kemiripan atau inspirasi dari kisah lainnya.  
 
Pada buku ini, penulis memasukan ciri-ciri orang yang merasakan adanya makhluk lain di dekatnya. Jari merasa kesemutan, seakan ada aliran listrik yang menjalar di sana. Perasaan menjadi berubah tidak menentu merasa sedih dan suram. Bulu kuduk  terasa berdiri dan rasa kebas yang tak nyaman. Sementara ciri-ciri orang kerasukan  ada di halaman 120. Kepala pusing, tubuh terasa sakit dan berat.

Perlu diingat, ciri ini muncul jika orang tersebut memiliki frekuensi yang sama dengan makhluk tersebut. Jika tidak maka ia tak akan merasakan apa-apa. Betul tidaknya tergantung pada tiap individu. Tapi kurang lebih begitulah yang saya rasakan jika ada "mereka" di sekitar. 

Pada bagian belakang buku, memang sudah disinggung mengenai apa itu makna dari Twin Flamme. Namun percayalah, yang disebutkan di sana hanya ujungnya saja. Sesungguhnya jauh lebih kompleks. Mengenai apa yang dimaksud dengan  Twin Flames, silahkan baca uraian yang ada di halaman 383. Sebuah artikel di laman ini bisa juga dibaca sekedar sebagai tambahan pengetahuan.

Umumnya pembaca akan menemukan daftar isi yang berisi judul bab dan halaman. Atau bisa saja ditulis Bab I, Bab II dan seterusnya lalu halamn di selehanya. Pada buku ini, daftar isi dibuat dengan cara yang lumayan unik. Alih-alih menggunakan judul dalam daftar isi, penulis mencantumkan   angka yang menunjukan bab lalu diberi tanda sambung yang menunjukan halaman. Contohnya  1-11, 7-122, 15-279 dan sebagainya.  Namun ketentuan tersebut tidak berlaku untuk prolog, epilog dan  informasi umum mengenai buku ini.

Satu bagian kisah yang ada di halaman 277 sedkit membingungkan saya. Maklum saya jarang menggunakan jasa pesawat udara. Pada halaman 277 tertulis,"Sementara Anna duduk di depan kami. Pada awalnya Anna ingin duduk di sampingku. Namun dengan sopan aku memberitahunya bahwa kursi itu telah ditempati Yuto." 

Selanjutnya pada halaman 278 tertulis,"Dengan mata terbelalak aku menyaksikan tubuh transparan Yuto berkedip, timbul-tenggelam, muncul kemudian menghilang. Spontan, mataku menatap nanar ke arah jendela. Jendela di samping Yuto dalam keadaan tertutup."

Kebingungan saya adalah bagaimana mereka bisa membuat kursi yang ada di sebelah Aleeta kosong sehingga bisa diduduki oleh Yuto. Mungkin saja kursi tersebut diduduki oleh penumpang lain yang membeli tiket. Jika itu terjadi maka Yuto tidak duduk di sana. Sementara disebutkan juga bahwa Yuto menggenggam tangan Aleeta.  Kecuali mereka membeli kursi itu untuk Yuto. Mungkinkah pesawat akan tetap terbang jika sosok Yuto sebagai pemilik kursi itu tidak juga muncul? Entah saya kurang paham bagian ini.

Satu kalimat yang paling saya suka ada di halaman 119.
Satu kebohongan akan dikuti oleh kebohongan-kebohongan lain yang lebih besar.
Awalnya Aleeta berbohong mengaku sebagai pacar pada keluarga Yuto agar ia bisa melakukan penyelidikan terkait kematian Yuto  dan menghilangnya Hiro. Seiring waktu, untuk bisa melakukan penyelidikan banyak kebohongan yang harus ia lakukan. Ia harus berhati-hati, satu saja kebohongannya terbongkar maka usahanya akan gagal. Bohong pun harus konsisten dalam hal ini.

Perkenalan pertama saya dengan karya sang penulis, Alexia Chen adalah ketika mendapat kehormatan menjadi juri salah satu lomba penulisan kisah fantasi. Karyanya mengungguli peserta lain. Terutama dalam hal topik dan pemilihan bahasa. Entah kenapa, saya yakin kelak ia bisa menjadi penulis besar jika bertemu dengan editor dan penerbit yang tepat. 

Oh ya, kisah ini memang mengandung unsur roman namun bisa dipastikan jauh dari kategori menye-menye. Segala hal yang dilakukan Aleeta untuk memperjuangkan cintanya mungkin saja dilakukan oleh banyak perempuan yang sedang kasmaran. Perbedaanya, pasangan mereka tidaklah seperti Yuto. 

Pesan moral yaitu untuk tegar menghadapi segala hal serta lebih mawas diri merupakan hal yang banyak ditemukan dalam buku ini. Putus asa justru membuat seseorang bisa melakukan hal-hal yang tidak saja merugikannya kelak namun juga anak keturunannya. 

Selain itu, penulis juga menyelipkan pesan nasionalisme melalui sosok kedua bersaudara ini. Keduanya memiliki berbagai macam darah keturunan, namun rasa nasionalisme mereka tak diragunakan lagi. Begitu juga dengan sikap mereka yang ramah pada tetangga sekitar.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah cinta terlarang tapi romantis ala Aleeta dan Yuto? Mari kita tunggu kelanjutannya.  Seperti kata mereka berdua, "Kami yang akan memutuskan bagaimana ini... berakhir."

------------->



Mau novel TWIN FLAMES GRATIS? Nah, kebetulan ini Penerbit JAVANICA  menghadiahkan DUA novel secara cuma-cuma untuk dua calon pembacanya. Tapi, ikutan kuisnya dulu ya. Berikut ini syarat dan cara ikutan kuisnya:

1. Silakan di-follow dulu akun fanpage Penerbit Javanica (link di sini) dan akun IG penulisnya, alexia(dot)chen.

2. Share/bagikan info giveaway ini di Facebook, twitter atau IG. Boleh mention saya, penulis atau penerbitnya.

3.  Silakan dijawab pertanyaan berikut di komentar postingan ini:
Pernahkah teman-teman memiliki pengalaman terkait makhluk dunia lain? Bagikan kisahnya pada bagi.
4. Dimohon hanya menjawab satu kali saja. Format jawaban adalah sebagai berikut:

Nama:
Akun twitter/Facebook:
Email: 
Jawaban:

5. Kuis ini akan ditutup pada Minggu 23 April pukul 23.59 WIB. Saya akan memilih DUA PEMENANG yang akan mendapatkan masing-masing satu buku ini gratis. Satu pemenang akan dinilai dari jawabannya oleh pihak penulis dan penerbit. Sementara satu pemenang lagi dari hasil undian seluruh jawaban yang masuk dengan bantuan random.org.

Pemenang akan diumumkan pada Kamis, 27 April 2017, dicantumkan di komen postingan ini. Pemberitahuan resmi akan dikirim via email yang bersangkutan.

Jika dalam waktu 5 hari (hingga tanggal 2 Mei 2017 pukul 16.00 WIB) pemenang tidak memberikan alamat pengiriman maka hadiah akan diberikan pada calon pemenang berikutnya.

6. Giveaway ini hanya berlaku untuk peserta yang berdomisili atau memiliki alamat kirim di wilayah NKRI. 

7. Tidak ada korespondesi dalam GA ini (jie.. sekali-kali galak ah)

Hayuh, ini kesempatan terakhir guna mendapatkan buku ciamik ini dengan cuma-cuma. Kerahkan segala daya, kapan lagi!





1 komentar: