Senin, 23 April 2018

2018#9: Misteri Hilangnya Wanita di Kabin Sebelah

Judul asli: Women in Cabin 10
Penulis: Ruth Ware
Penerjemah: Reni Indardini
ISBN: 9786023852840
Halaman: 484
Cetakan: Pertama-2017
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 84.000
Rating: 3,5/5

AKU TIDAK INGAT MEMIKIRKAN apa sewaktu tenggelam. Aku hanya ingat akan cemburan yang melinukan tulang-tulang saat aku jatuh ke laut dan suhu dingin air yang melumpuhkan. Aku juga ingat akan rasa panik yang mengaduk-aduk perutku saat arus menyambarku dan menyeretku ke bawah.

Lo Blacklock sudah lama menginginkan tugas yang menurutnya menyenangkan, meliput suatu perjalanan dengan fasilitas mewah. Suatu kemewahan yang harus dibayar dengan menulis artikel pesanan.  Akhirnya, kesempatan yang  ia tunggu datang jua. Kebetulan, salah satu staf yang biasa mendapat tugas tersebut sedang cuti. Dan ia adalah kandidat pengganti utama.

Bisa dikatakan perjalanan tersebut  sekaligus hiburan baginya. Ia sangat butuh hiburan guna menghilangkan, minimal mengurangi trauma yang dialami ketika rumahnya disatroni maling. Nyaris ia celaka ketika memergoki sang maling beraksi. beberapa saat ia tak berada tidur karena trauma. Kapal pesiar sepertinya merupakan tempat yang cocok untuk niatnya itu. Lagi pula bahaya apa yang bisa mengancamnya di lautan lepas?

Harapan tinggal harapan. Justru di sana ia malah mengalami berbagai kejadian yang tak menyenangkan. Tak sengaja ia mendengar ada orang yang terjatuh ke laut. Naluri jurnalistiknya terusik. Penasaran ia keluar dari kabin, tak ada siapa-siapa, ia hanya menemukan bercak darah.

Sayang tak ada yang mau percaya. ocehannya. Wajar, menimbang kondisinya yang dianggap depresi serta  malam sebelumnya  ia dalam pengaruh alkohol. Pihak keamanan kapal berusaha bersikap sopan dengan melakukan penyelidikan sesuai laporannya. Penyelidikan tanpa hasil.

Tak ada sosok yang menghilang dari kapal. Dari kru hingga penumpang semuanya sesuai dengan daftar yang ada. Persoalan makin runyam karena ternyata tak ada yang menempati kabin nomor sepuluh yang terletak di sebelah kabinnya. Semua orang juga bersikeras mengatakan kabin tersebut kosong, padahal Lo sangat yakin sempat berbicara dengan wanita yang mengaku menginap di sana.

Lalu siapakah sosok wanita misterius itu? Siapa juga sosok yang jatuh ke laut malam itu? Mungkinkah ada hubungan antara kedua wanita tersebut? Nalurinya terusik untuk menyelidiki. Bukan hal mudah,  ada yang berusaha menghalanginya. Nyaris saja nyawanya ikut melayang  ketika melakukan penyelidikan.

Novel ini terdiri dari delapan bagian, tiap bagian menyajikan peristiwa yang mendebarkan. Dimulai dengan bagian yang mengisahkan tentang perampokan di tempat Lo, situasi di kapal pesiar, kondisi ketika Lo disekap, hingga ia menikmati malam romantis dengan sang kekasih.

Bagian awal sudah menawarkan suasana mencekan pada pembaca. Adegan maling yang memasuki rumah Lo cukup membuat was-was. Penulis menggambarkan dengan apik kengerian yang dirasakan oleh Lo. Bagian menjadi landasan kuat agar pembaca bisa memahami bagaimana depresinya Lo.
 Jangan terkecoh dengan beberapa bagian yang seakan-akan membuat kisah selesai dengan sederhana. Waspadalah!  Banyak hal tak terduga yang menanti Anda. Kisah ini tak sesederhana judul yang ditampilkan. Urusannya lebih rumit dan membutuhkan seorang pemikir ulung.

Bagi pencinta kisah detektif, tentunya akan paham bahwa kadang sebuah hal kecil menjadi kunci jawaban dari misteri yang ada. Demikian juga dengan kisah ini, banyak petunjuk yang terbaran dan siap untuk ditelaah. Sekedar informasi, perhatikan seksama apa yang diuraikan di halaman 14x

Dengan hanya melihat kover, pembaca akan langsung bisa menebak ada sebuah kasus pembunuhan yang terjadi di atas kapas pesiar. Hal ini bisa terbaca dari ilustrasi air yang seolah berwarna merah dan berada di sekitar kapal. Merah sering dianalogikan sebagai darah, dan jika ada darah yang membanjir seperti itu maka bisa dipastikan sudah terjadi sebuah tindakan pembunuhan.

Ada suatu paragraf  yang menyebutkan dengan gamblang merek suatu produk kecantikan. Tepatnya pada halaman 73, "Dia mundur sambil menutup pintu dan kemudian muncul lagi sambil membawakan setube maskara Maybelline...." Penasaran saja, kenapa sampai disebutkan secara jelas begitu. Apakah ada pesan sponsor? Jika ini memang iklan terselubung, layak diberi jempol.

Meski demikian, hal ini juga bisa memberikan kesan negatif, sebagai kosmetik yang terkait tindak kejahatan dalam sebuah buku. Namun menilik kebiasaan manusia pada umumnya, justru akan banyak pembaca yang ingin tahu seperti apa maskara tersebut. Lumayan untuk membuat penasaran pembaca.

Awalnya saya sempat agak enggan membaca kisah ini. Lebih karena merasa kenapa harus menemukan tokoh dengan kondisi teler, kebanyakan minum keras. Belakangan beberapa buku yang saya baca menampilkan karakter seperti itu.  Membuat saya merasa bosan. Untunglah, mulai melewati nyaris 1/4 buku karakter utama tokoh mulai berkembang menjadikan kisah lebih menarik.

Secara garis besar, buku ini layak dibaca sebagai hiburan bagi mereka yang menyukai kisah thriller dan misteri. Kita juga bisa mendapat pembelajaran mengenai bagaimana semangat Lo untuk bertahan hidup. Belakangan ia malah mendapat hadiah tak terduga dari seseorang yang ternyata mengagumi semangatnya untuk hidup.
Meski demikian saya tidak memberikan 4 bintang karena ada adegan yang kesannya dipaksakan. Entahlah, bagi saya situasi penyiksaan yang dialami oleh Lo, harusnya membuat ia kehabisan tenaga, apa lagi obatnya tak diminum teratur. Sehingga agak aneh ketika mendadak ia bisa memiliki kekuatan untuk melakukan banyak hal, meski kadang dalam kondisi terjepit seseorang bsia memiliki kekuatan yang tak terbayangkan.

Oh ya, dalam buku ini juga disebutkan mengenai buku yang disukai leh Lo, Winnie The Pooh. Kebetulan penerbit ini juga mengemas ulang kisahnya. Ada dua kisah yang diterbitkan, berikut tautan untuk buku Winnie The Pooh, dan bagi buku The House of Pooh Corner. Tautan menarik terkait kisah ini ada  di sini. Ternyata, sebuah buku cerita bisa membuat lawan menjadi kawan.

Saya sedang berusaha mengingat, entah di buku apa dan kapan, sepertinya saya pernah membaca kisah serupa. Mungkin dalam salah satu kisah Poirot, atau kisah yang lain. Jika Anda sudah selesai membaca  kisah ini dan berhasil menemukan kisah yang serupa, tolong kabari saya ya. Penasaran.


Sumber gambar:
 http://goodreads.com

2018#8: Tips Menjalin Kekompakan Bagi Mami dan Jagoan



Judul asli: Mom And Her Son
Penulis: Dr. Kevin Leman
ISBN:97897929
Halaman:348
Penerbit:ANDI
Rating:3,5/5

Anak laki-laki adalah seorang anak laki-laki, bukan anak perempuan, perlakukan ia sebagai anak laki-laki dengan kebutuhan dan keinginan yang berbeda dengan anak perempuan. Jangan paksakan keinginan Anda.

Memiliki anak laki-laki bisa dikatakan sebgaai impian saya sejak menikah, bersyukur keinginan tersebut tercapai. Namun ternyata butuh trik khusus untuk bisa mendidik seorang anak laki-laki. Kadang seorang ibu tanpa sengaja memandang segala hal dari sisinya sebagai seorang ibu plus perempuan.

Buku ini membahas mengenai anak laki-laki Anda, sikap Anda terhadapnya serta bagaimana hubungan antara seorang ibu dan anak laki-lakinya. Bagaimanakah sebaiknya hubungan yang tepat  antara Anda dengannya. Bukan hanya membahas tentang bertahan menghadapi perubahan ketika anak berajak dewasa, tapi juga bagaimana menikmati kegembiraan dan kesenangan selama menjalani masa tersebut.

Dalam buku ini, pembaca bisa menemukan beberapa hal, seperti:
1. Apakah beda anak laki-laki dan anak perempuan?
2. Termasuk tipe orang tua seperti apakah Anda;
3. Bagaimana mengatasi masa remaja;
4. Perlukah membicarakan sex dengan anak laki-laki;
5. Sejauh mana peran ayah dalam kehidupan anak laki-laki.

Anak laki-laki dan anak perempuan memiliki perbedaan dalam hal otak. Meski otak laki-laki lebih besar  sekitar 6% namun otak perempuan mengandung lebih banyak sel otak.  Laki-laki hanya memakai satu sisi saat mengerjakan sesuatu, sementara perempuan mempergunakan kedua sisi otak. 

Meski  mereka tak serumit perempuan, tapi urusan hati sama-sama lembut dan gampang terluka. Ingatlah hal tersebut setiap kali Anda berbicara dengan putra Anda. Mereka cenderung fokus hanya pada satu hal saja. Konsentrasi penuh akan diberikan ketika sedang mengerjakan suatu tugas, sehingga tak mungkin mereka mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Ada jiwa petualangan dalam diri setiap anak laki-laki, sehingga cepat merasa bosan. Maka tak heran jika mereka senang membandingkan dan menjadi yang “Ter”, karena dengan cara itu mereka mengatasi kebosanannya.

Tanpa disadari, para ibu  membentuk anak laki-laki sehingga mereka hidup dengan peraturan tak tertulis ala ibu. Hal ini dapat mempengaruhi sikap dan bagaimana mereka berhubungan dengan wanita mana pun.

Berapa pun usia anak Anda, ia membutuhkan 4 hal  dari Anda dihormati, dibutuhkan serta dipenuhi.  Hal yang dapat Anda lakukan untuk memenuhinya adalah dengan:
1. Membiarkannya menjadi seorang anak laki-laki, dorong ia menjadi dirinya sendiri,
2. Biarkan dia merasakan persaingan dan merasakan kemenangan juga kekalahan dari pesaingan tersebut,
3. Tunjukan betapa keberadaannya sangat dibutuhkan oleh keluarga,
4. Ajari cara memperlakukan seorang wanita tanpa  memandang siapa dari sudut pandang seorang ibu.

Tak bisa dipungkiri lagi,  dengan kemajuan teknologi saat ini, anak bisa saja mendapat segala informasi dari luar sana. Lebih baik jika Andalah pusat informasi pertamanya.  Pendidikan sex merupakan proses berkepanjangan hingga ia dewasa.  Dr. Kevin Leman merekomendasikan Anda untuk mulai membicarakan tentang sex ketika pada usia 9 tahun ia belum bertanya dari mana asalnya bayi.

Ketika anak bertanya tak perlu panik, jawablah dengan kata yang mudah dipahami. Tak perlu memberikan informasi melebihi yang ia tanyakan.  Jawalah pertanyaan secara alamiah. Jika memang ia butuh informasi lebih maka ia akan bertanya.

Andalah yang harus mulai membicarakan mengenai hubungan lawan jenis dengan anak. Pahami ketertarikannya pada lawan jenis dengan memberikan informasi yang benar. Tekankan bahwa sex  merupakan pengalaman indah bagi dua orang yang sudah mengikat janji pernikahan. Hal ini selain terkait aturan agama juga demi keselamatan dan kenyamanan kedua belah pihak. 

Ada beberapa kalimat yang sangat saya suka, terutama sekali bisa menjadi penyemangat dalam mendidik anak, yaitu:
1. Jangan mengharapkan kesempurnaan pada anak, harapkan yang terbaik darinya.
2. Bagaimana sikap Anda menerima kegagalannya lebih penting daripada bagaimana sikap Anda terhadap keberhasilannya

Dr. Kevin Leman, merupakan pendiri serta pimpinan dari organisasi yang bertujuan untuk membantu pasangan tetap bahagia dengan pernikahannya-Couple of Promise. Ia juga seorang psikolog, penceramah serta tokoh radio dan televisi.  Beberapa karyanya antara lain buku Have a New Kid by Friday, Have a New You by Friday, What a Difference a Mom Makes dan masih banyak lagi. Sementara DVD/seri video untuk pemakaian di rumah atau kelompok antara lain Singgle Parenting That Works, Making the Most of Marriage, Why You Are the Way You Are, Have a New Husband by Friday,  dan lainnya.

Berapa pun usia seorang anak, bahkan hingga ia memasuki usia paruh baya, bagi seorang ibu ia tetaplah anak laki-laki kesayangannya.  Tidak ada anak yang sama, maka jangan perlakukan anak secara sama dengan yang lain nikmati saat kebersamaan semaksimal mungkin.